PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikofarmakologi

antagonis histamin

histamine antagonist

Ringkasan Singkat

Zat yang memblokir aksi histamin pada reseptornya, sering digunakan untuk mengobati alergi atau sebagai obat penenang.

Antagonis histamin, atau yang lebih umum dikenal sebagai antihistamin, adalah zat kimia yang menghambat pengikatan histamin pada reseptornya (H1, H2, atau H3). Secara medis, antagonis H1 digunakan untuk mengobati gejala alergi, sementara antagonis H2 digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung.

Dalam psikologi dan psikiatri, efek samping dari antagonis histamin yang menembus sawar darah otak sangat diperhatikan karena kemampuannya menyebabkan kantuk dan penurunan fungsi kognitif sementara. Beberapa obat tidur yang dijual bebas sebenarnya adalah antihistamin yang memanfaatkan efek sedasi ini untuk membantu pasien dengan gangguan tidur ringan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology
  • Schatzberg, A. F., & Nemeroff, C. B. (2017). Textbook of Psychopharmacology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback